PYONGYANG, KAREBA – Presiden Belarus Alexander Lukashenko memberikan hadiah senapan otomatis kepada Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam kunjungan kenegaraan pertamanya di Pyongyang pada 25/03. Momen simbolis ini menandai penguatan aliansi strategis kedua negara yang merupakan sekutu dekat Rusia dalam menghadapi tekanan sanksi Barat.
Pemberian senjata tersebut dilakukan di sela-sela penandatanganan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama serta sepuluh nota kesepahaman lainnya. Kunjungan selama dua hari tersebut merupakan balasan atas undangan Kim Jong Un yang disampaikan pada awal Maret 2026 lalu.
Selain mempererat hubungan bilateral, pertemuan ini juga membahas dukungan militer dan teknologi antar kedua negara. Presiden Alexander Lukashenko menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah penting untuk menghadapi isolasi internasional akibat konflik di Ukraina.
“Presiden Alexander Lukashenko memberikan senapan otomatis kepada Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un sebagai simbol persahabatan abadi,” tulis keterangan resmi media pemerintah Belarus.
Penyerahan hadiah senapan Lukashenko ini dipandang oleh pengamat sebagai pesan politik kuat kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Korea Utara sendiri telah lama dituduh menyuplai amunisi untuk Rusia, sementara Belarus menjadi tuan rumah bagi senjata nuklir taktis Rusia.
Rangkaian agenda di Pyongyang ini menutup rangkaian diplomasi intensif yang sebelumnya telah dimulai lewat pertemuan di Beijing pada September 2025. Kedua pemimpin sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan kerja sama sektor pertahanan di masa depan guna menjaga stabilitas kawasan.