JAKARTA, KAREBA. Penyesuaian Harga BBM 1 April 2026 diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan sebesar 5 hingga 10 persen untuk jenis nonsubsidi menyusul meroketnya harga minyak mentah dunia. Meski demikian, pemerintah memastikan harga bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil guna menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa hingga saat ini pemerintah belum memiliki rencana untuk mengubah harga bensin subsidi. Kebijakan ini diambil meskipun harga minyak mentah Brent telah menyentuh angka US$115,25 per barel atau setara Rp1.810.000 per barel. Angka tersebut jauh melampaui asumsi APBN 2026 yang hanya mematok harga minyak pada kisaran US$70 per barel.

“Belum ada pembatasan pembelian BBM subsidi maupun kenaikan harga,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kenaikan Harga BBM 1 April 2026 kemungkinan besar akan menyasar produk nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Para analis memperkirakan harga Pertamax bisa merangkak naik dari posisi saat ini Rp12.300 per liter menuju kisaran Rp13.500 hingga Rp14.500 per liter di wilayah Jawa.

“Kenaikan BBM nonsubsidi tidak akan melebihi 10 persen, dengan kisaran antara 5 hingga 10 persen mulai 1 April 2026,” kata Wisnu Wibowo, Ekonom Universitas Airlangga.

Selain Pertamina, operator swasta seperti Shell, BP, dan Vivo juga telah menyesuaikan tarif sejak awal Maret 2026 dengan kenaikan mencapai Rp1.020 per liter. Ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz menjadi faktor utama yang memicu spekulasi pasar dan menekan sisi fiskal Indonesia. Informasi detail mengenai regulasi ini dapat diakses melalui situs resmi Kementerian ESDM.

“Harga Pertamax bisa melonjak hingga Rp13.500-Rp14.500 per liter, dari level saat ini Rp12.300,” kata Lukman Leong, Chief Analyst Doo Financial Futures.

Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada terhadap perubahan Harga BBM 1 April 2026 yang akan diumumkan secara resmi pada tengah malam nanti. Saat ini, Pertalite masih dipasarkan pada harga Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter di seluruh SPBU tanah air.