KARANGANYAR, KAREBA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memastikan harga BBM subsidi tetap stabil di tengah krisis energi global. Langkah ini diambil guna melindungi daya beli masyarakat akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Pemerintah saat ini tengah bekerja keras merumuskan skema bantalan subsidi yang tepat sasaran agar beban ekonomi tidak langsung memukul rakyat kecil. Koordinasi antarkementerian terus dilakukan untuk menghitung ulang alokasi anggaran APBN guna menahan kenaikan harga energi primer di dalam negeri.

“Doakan kami dari pemerintah khususnya untuk subsidi, sampai dengan semalam arahan Bapak Presiden untuk mencari akal bagaimana agar kita jangan memberatkan rakyat,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Selain menjaga stabilitas harga solar dan Pertalite, fokus pemerintah juga tertuju pada ketersediaan LPG yang menjadi kebutuhan pokok rumah tangga. Kementerian ESDM menegaskan bahwa pasokan energi nasional sejauh ini masih dalam kondisi aman terkendali.

“Jadi untuk subsidi, saya dengan Menteri Keuangan sekarang terus-menerus untuk mencari solusi yang terbaik. Sekalipun krisis, tapi tetap rakyat kita perhatikan tentang keadaannya,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Bahlil menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung kesiapan stok energi di SPBU Bolon, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Kamis (26/03). Hingga saat ini, pemerintah belum mengambil opsi untuk menaikkan harga BBM subsidi demi menjaga stabilitas ekonomi nasional di masa sulit.