, KAREBA — Harga perak menembus $90 per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah pada Rabu (14/1/2026) di pasar spot global. Investor berbondong-bondong membeli aset safe-haven akibat ketidakpastian Federal Reserve (Fed) AS dan ketegangan geopolitik. Emas juga naik mendekati rekor tertinggi.​

Investor mendorong harga perak melonjak hingga 5,8 persen ke rekor $92,23 per ons sebelum ditutup di $90,869. Sementara itu, harga emas naik 0,7 persen menjadi $4.619,73 per ons setelah menyentuh $4.641. Lonjakan ini terjadi di tengah kekhawatiran atas independensi Fed.​

Ketidakpastian Fed memicu aksi tersebut. Ketua Fed Jerome Powell mengungkapkan Departemen Kehakiman AS mengancam dakwaan pidana terkait renovasi markas Fed senilai $2,5 miliar. Powell menyebut penyelidikan itu sebagai “pretext” untuk melemahkan independensi Fed akibat tekanan Gedung Putih agar potong suku bunga lebih agresif.​

Para pemimpin bank sentral global mendukung Powell. Presiden ECB Christine Lagarde, Gubernur Bank of England Andrew Bailey, dan sembilan pemimpin lain menyatakan solidaritas penuh dengan Fed. Pernyataan bersama itu dirilis Selasa (13/1/2026).

Sementara itu, tekanan pasokan fisik memperburuk situasi. U.S. Mint menghentikan penjualan semua produk numismatik perak pada 14 Januari 2026 karena ketidakmampuan menetapkan harga di tengah kenaikan cepat. Dealer melaporkan pembatasan stok akibat kesenjangan harga kertas dan fisik.​

Ketegangan geopolitik menambah momentum. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan AS awal bulan ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan mineral. Spekulasi keterlibatan militer AS di Iran menyusul protes anti-pemerintah memicu permintaan safe-haven lebih lanjut.

Presiden Donald Trump menunda tarif baru pada mineral kritis setelah investigasi Section 232. Ia memilih negosiasi dengan negara asing daripada bea masuk impor perak.​

Analis memproyeksikan kenaikan lebih lanjut. Alex Ebkarian, COO Allegiance Gold, menyatakan, “Kami antisipasi volatilitas, tapi perak di $100 sama masuk akalnya seperti di $90,” kata Alex Ebkarian, COO Allegiance Gold, baru-baru ini. Citigroup menaikkan perkiraan tiga bulan menjadi $5.000 untuk emas dan $100 untuk perak akibat risiko geopolitik dan kekurangan fisik.​

Strategis UBS Joni Teves memperingatkan perlunya konsolidasi sebelum kenaikan berikutnya. Namun, analis luas memperkirakan rally berlanjut mengingat perak naik tiga kali lipat dan emas 65 persen sepanjang 2025. Pasar fisik menunjukkan penundaan pengiriman 10-14 minggu di kilang besar seperti Valcambi dan Perth Mint.​​

Lonjakan harga perak menembus $90 ini mencerminkan ketidakseimbangan struktural antara klaim kertas dan pasokan riil. Permintaan industri kuat dan aliran safe-haven memperkuat tren tersebut. Investor global terus memantau perkembangan Fed dan geopolitik untuk langkah selanjutnya.*/LIA