PALU, KAREBA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan penyaluran pupuk bersubsidi di Kota Palu berjalan lancar seiring kebijakan HET pupuk bersubsidi yang resmi turun sebesar 20 persen. Kepastian tersebut disampaikan saat menghadiri acara Rembuk Tani Pupuk Indonesia di Sulawesi Tengah pada Sabtu (04/07).
Pemerintah berupaya menjaga produktivitas pertanian dengan memastikan ketersediaan pupuk sebelum musim tanam dimulai. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan hasil panen petani secara signifikan di berbagai daerah.
“Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan petani benar-benar terpenuhi. Setiap ke daerah saya selalu bertemu dengan para petani untuk memastikan kebijakan Pemerintah berjalan dengan baik,” ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Kebijakan penurunan HET pupuk bersubsidi sebesar 20 persen ini berlaku untuk seluruh jenis pupuk guna meringankan beban operasional para petani. Reformasi regulasi juga dilakukan agar tata kelola penyaluran menjadi lebih sederhana, cepat, dan mudah diakses oleh kelompok tani.
Zulhas menambahkan bahwa saat ini kondisi stok pupuk nasional dalam posisi aman meskipun rantai pasok global sedang mengalami ketidakpastian. Hal ini memberikan kepastian bagi petani di Sulawesi Tengah untuk memulai masa tanam tanpa kendala biaya atau ketersediaan barang.
“Alhamdulillah tadi sudah kita pastikan, pupuk tersedia sebelum tanam, jumlahnya cukup, dan harganya mendapat diskon. Itu bisa ditanyakan langsung kepada para petani,” kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Penyaluran tepat waktu diyakini dapat meningkatkan produksi pertanian nasional hingga 8 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sebaliknya, keterlambatan distribusi seringkali menjadi faktor utama menurunnya kualitas dan kuantitas hasil panen di tingkat daerah.
Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia (Persero), Dwi Satriyo Annurogo, mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap efisiensi penyaluran pupuk tersebut. Penyerapan secara nasional hingga 30/06 tercatat telah mencapai angka 49 persen atau setara 4.855.894 ton.
Khusus di wilayah Sulawesi Tengah, realisasi penebusan pupuk tercatat berada pada angka 42 persen dari total alokasi tahunan. Pihak produsen juga telah menyiapkan stok cadangan sebesar 14.805 ton di gudang-gudang penyangga untuk mengantisipasi lonjakan permintaan petani lokal.