JAKARTA, KAREBA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (12/1/2026) dengan penurunan 0,58% atau 52,03 poin di level 8.884,72. Indeks ini bergerak volatil dari level tertinggi 9.000 hingga terendah 8.715 sebelum pulih sebagian.
Perdagangan sesi pertama menunjukkan penguatan. IHSG dibuka di 8.991,76 dan sempat menembus level 9.000 pukul 10.00 WIB. Namun, sentimen negatif mendominasi menjelang penutupan, terutama setelah pukul 14.30 WIB ketika indeks anjlok 2,29% ke 8.732.
Sementara itu, enam sektor mengalami pelemahan signifikan. Sektor infrastruktur IDXINFRA turun paling dalam 2,37%, diikuti IDXTECHNO minus 1,68% dan IDXENERGY minus 1,39%. Sebaliknya, IDXINDUST dan IDXCYCLIC naik masing-masing 2,22% serta IDXBASIC naik 0,74%.
Investor mencatat transaksi Rp27,71 triliun dengan 49,98 miliar saham melalui 3,7 juta kali. Sebanyak 535 saham turun, 220 naik, dan 203 stagnan. Nilai transaksi mencerminkan aktivitas tinggi meski sentimen bearish mendominasi.
Lima saham big cap alami koreksi terdalam. HATM turun 14,67% ke Rp372, CARE melemah 14,55% ke Rp675, BBSS anjlok 14,39% ke Rp535, HILL turun 13,76% ke Rp188, dan AYLS minus 13,67% ke Rp202. Saham-saham ini memicu tekanan pada IHSG secara keseluruhan.
Kemudian, Indeks LQ45 turun 0,17% ke 866,55 sementara JII melemah 0,14% ke 597,74. IDX30 justru menguat 0,28% ke 440,72, IDX80 turun tipis 0,21% ke 136,46. Pergerakan ini menunjukkan selektivitas investor di tengah volatilitas pasar.
Penurunan IHSG terjadi kontras dengan penguatan bursa Asia. Analis Bloomberg Technoz mencatat IHSG sempat jatuh 204 poin atau 2,29% pukul 14.35 WIB. Faktor psikologis dan berita global memengaruhi sensitivitas pelaku pasar.
Selain itu, Kontan melaporkan saham blue chip seperti AMMN, ASII, BBNI, dan BREN ikut tertekan meski rebound parsial. Fluktuasi intraday tinggi ini mengingatkan investor akan risiko mendekati level psikologis 9.000.
Meskipun begitu, IHSG bertahan di atas rata-rata 50 hari 8.537. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan potensi pemulihan jika sentimen membaik. Investor asing catat net sell Rp1,2 triliun sementara ritel tetap aktif beli.
Penurunan sektor energi IDXENERGY dipicu harga komoditas global lesu. Sementara IDXFINANCE turun 1,04% akibat kekhawatiran inflasi AS. CNBC Indonesia soroti 535 saham merah versus 220 hijau pukul 14.33 WIB.
Pergerakan ini sejalan dengan pola volatilitas awal tahun. Kompas.com catat IHSG anjlok 250 poin ke 8.715 setelah ATH sesi pagi. Pasar menanti data ekonomi domestik dan kebijakan Bank Indonesia pekan depan.
Analis memprediksi konsolidasi jangka pendek. IHSG berpotensi rebound ke 9.000 jika support 8.700 bertahan. Namun, tekanan jual tetap kuat di saham-saham spekulan. Pasar butuh katalis positif untuk stabilisasi.
Perdagangan besok Selasa (13/1/2026) jadi pengamatan utama. Investor fokus pada data inflasi dan aksi asing. IHSG anjlok hari ini jadi pelajaran volatilitas tinggi di tengah euforia rekor baru.*/LIA