JAKARTA, KAREBA – Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla, mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi total terhadap kebijakan ekonomi nasional. Peringatan ini disampaikan menyusul eskalasi konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel pada Jumat (06/03).
Konflik bersenjata yang terus memanas sejak akhir Februari lalu diprediksi akan mengganggu pasokan energi global. Kondisi ini dinilai sangat berisiko bagi postur kebijakan ekonomi Indonesia yang saat ini berstatus sebagai negara pengimpor minyak mentah bersih.
“Dampaknya ke Indonesia langsung terasa di ekonomi. Harga bahan bakar naik, harga elpiji naik dan itu berarti subsidi pemerintah akan semakin besar,” kata Muhammad Jusuf Kalla, Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Lonjakan harga minyak mentah internasional dan gas akan langsung membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Oleh karena itu, langkah antisipasi perlu dirumuskan secara cepat oleh Kementerian Keuangan agar stabilitas fiskal tetap terjaga.
“Harus ada evaluasi total terhadap kebijakan ekonomi, khususnya dalam penggunaan anggaran. Negara harus menentukan prioritas agar pengeluaran tidak terlalu besar,” kata Muhammad Jusuf Kalla, Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan usai acara buka puasa bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam. Ia mengingatkan bahwa defisit anggaran yang melebar berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan investor terhadap fundamental makro Indonesia.
“Kita harap Indonesia, khususnya pemerintah, menjalankan pemerintahan yang adil dan memberikan prioritas kepada masyarakat supaya jangan terjadi seperti di negara lain,” kata Muhammad Jusuf Kalla, Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan pada kisaran 5,4 hingga 6 persen untuk tahun mendatang. Tingginya ketidakpastian global ini akan menguji ketangguhan kebijakan ekonomi pemerintah dalam mengelola belanja negara agar tidak mengorbankan sektor strategis lainnya.