JAKARTA, KAREBA – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa Pemerintah Iran telah memberikan pertimbangan positif bagi dua kapal Pertamina di Selat Hormuz untuk melintas secara aman di tengah ketegangan konflik bersenjata di kawasan tersebut.
Langkah diplomasi ini diambil setelah jalur pelayaran strategis itu nyaris tutup total sejak 28/02/2026 akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Penutupan jalur tersebut sempat memicu krisis energi global karena Selat Hormuz merupakan rute bagi 20 persen pasokan minyak dan LNG dunia.
“Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Tehran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Tehran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz,” kata Yvonne Mewengkang, Juru Bicara Kemlu RI.
Pihak berwenang Indonesia kini sedang menyiapkan berbagai langkah teknis untuk memastikan pelayaran berjalan lancar tanpa hambatan keamanan. Hal ini mencakup aspek perlindungan asuransi khusus dan kesiapan kru sebelum kapal Pertamina di Selat Hormuz tersebut benar-benar melanjutkan navigasi di perairan sensitif itu.
“Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal, sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari Pemerintah Iran tersebut,” kata Yvonne Mewengkang, Juru Bicara Kemlu RI.
Hingga saat ini, Kemlu RI terus melakukan pemantauan intensif melalui KBRI Tehran untuk memastikan aset nasional tidak terdampak konflik lebih lanjut. Kelancaran perlintasan kapal Pertamina di Selat Hormuz diharapkan dapat menjaga stabilitas ketahanan energi nasional di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.