TANGERANG, KAREBA — Aksi nekat maling di Cluster Graha Rahmania terekam kamera pengawas saat menggasak perhiasan emas senilai Rp100 juta di Sudimara Pinang, Kota Tangerang. Pelaku yang beraksi seorang diri tersebut memanfaatkan kondisi rumah yang sedang kosong ditinggal penghuninya untuk membeli sarapan pada Minggu (22/03).
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.18 WIB saat tujuh hingga delapan orang penghuni rumah pergi keluar secara bersamaan. Pelaku diketahui masuk ke dalam rumah dengan cara merusak teralis jendela menggunakan obeng dan menggeledah sejumlah kamar selama satu jam beraksi.
Adik pemilik rumah, Idris (25), menjelaskan bahwa kepulangan anggota keluarga yang mendadak membuat aksi maling di Cluster Graha Rahmania ini hampir gagal sepenuhnya. Abang iparnya sempat memergoki pelaku dan terlibat perkelahian fisik demi mempertahankan harta benda mereka.
“Kondisi rumah lagi kosong, pada keluar beli makan ke depan. Jadi semuanya keluar, sekitar tujuh sampai delapan orang,” kata Idris.
Idris menceritakan bahwa abang iparnya sempat terlibat tarik-menarik tas dengan pelaku yang mengenakan helm. Dalam pergulatan tersebut, tas berisi satu laptop dan lima ponsel berhasil direbut kembali, namun pelaku berhasil melarikan diri membawa kotak berisi koleksi emas.
“Pas balik itu sempat papasan. Abang ipar saya sempat tarik-tarikan tas sama pelaku, tapi orangnya berhasil kabur dan tasnya berhasil diambil sama abang ipar saya,” kata Idris.
Total kerugian materiil akibat kejadian maling di Cluster Graha Rahmania ini mencapai Rp100 juta. Barang yang hilang terdiri dari satu kalung, satu liontin, 13 cincin, delapan gelang, dan sepasang anting emas milik penghuni rumah.
Pihak kepolisian dari Polsek Pinang kini sedang melakukan penyelidikan intensif berdasarkan bukti rekaman CCTV dan keterangan saksi. Pelaku diketahui melarikan diri menggunakan sepeda motor Yamaha Nmax hitam tanpa plat nomor ke arah jalan raya.
“Dari laporannya ada kehilangan barang-barang emas, tapi masih penyelidikan,” kata Iptu Adityo Wijanarko, Kapolsek Pinang.
Kasus ini menjadi peringatan bagi warga untuk tetap waspada meski meninggalkan rumah dalam waktu singkat. Polisi mengimbau warga untuk meningkatkan sistem keamanan lingkungan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.