JAKARTA, KAREBA. Pemerintah menjamin Stok BBM dan Pangan Lebaran 2026 dalam kondisi aman dan mencukupi guna menghadapi lonjakan permintaan saat mudik Idul Fitri 1447 H. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran menteri untuk menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok serta stabilitas harga di pasar nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, melaporkan bahwa cadangan bahan bakar nasional saat ini berada di atas batas minimum yang ditetapkan. Per 13/03/2026, stok Pertalite tercatat mencukupi untuk 24,39 hari, sementara Pertamax dan Pertamax Turbo masing-masing tersedia untuk 28,75 hari dan 31,32 hari guna mendukung kepastian Stok BBM dan Pangan Lebaran 2026.

“Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM untuk menjelang Hari Raya Idul fitri, insyaallah, semuanya aman, termasuk LPG. Jadi tidak perlu ada keraguan, meskipun memang terjadi dinamika global di Iran dan Israel,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Meskipun harga BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian sejak awal Maret 2026, pemerintah memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak akan naik hingga Lebaran. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia yang mencapai USD 83,45 per barel.

Di sektor pangan, pemerintah memproyeksikan surplus beras sebesar 14,83 juta ton pada triwulan pertama tahun ini. PT Pertamina juga telah menyiagakan 2.074 SPBU yang beroperasi 24 jam serta menyediakan 200 unit layanan pesan antar bahan bakar di jalur mudik utama.

“Puasa dan Lebaran, alhamdulillah stok pangan kita lebih dari cukup. Tersedia dan harganya juga masih terjangkau,” kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Guna menekan potensi lonjakan harga, Badan Pangan Nasional bersama pemerintah daerah menggelar Gerakan Pangan Murah di 32 secara serentak. Distribusi Beras SPHP dan Fasilitasi Distribusi Pangan terus dipercepat untuk memastikan Stok BBM dan Pangan Lebaran 2026 tetap terjaga hingga ke pelosok daerah.