PALU, KAREBA — Rizal memastikan pemerintah capai target penyerapan beras nasional meski banjir dan longsor merusak sawah di tiga provinsi Sumatera. Kerusakan tersebut hanya mencapai belasan persen dari total lahan sawah nasional. Sentra produksi utama tetap aman dan beroperasi optimal.
Rizal menegaskan bahwa daerah terdampak banjir bukan sentra produksi beras utama.
“Kerusakan di tiga provinsi itu hanya belasan persen dari total lahan sawah nasional. Selain itu, daerah tersebut bukan sentra utama produksi beras,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sentra produksi utama beras nasional terkonsentrasi di Jawa, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung ambil langkah pemulihan lahan. Andi Amran Sulaiman pastikan tim terapkan pompanisasi di lahan terdampak. Kementerian Pertanian sediakan pembiayaan penuh untuk percepatan proses ini. Sementara itu, petani di wilayah sentra produksi terus panen gabah secara optimal.
Bulog perkuat upaya lindungi petani dengan harga beli tetap Rp 6.500 per kilogram. Perusahaan ini terapkan skema “any quality” untuk gabah dari petani. Langkah tersebut jaga stabilitas produksi nasional. Meskipun begitu, Bulog pastikan pasokan beras mencukupi kebutuhan domestik sepanjang tahun.
Pemerintah fokus pantau distribusi beras dari sentra utama. Jawa sumbang produksi terbesar nasional dengan lahan sawah luas dan irigasi memadai. Sulawesi Selatan ikut kontribusi signifikan melalui varietas padi unggul. Kemudian, Lampung dan Nusa Tenggara Barat tingkatkan hasil panen berkat program bantuan pupuk dan benih.
Kementerian Pertanian koordinasikan pemulihan dengan dinas-dinas provinsi terdampak. Tim teknis kerahkan pompa air dan bibit pengganti untuk petani Sumatera. Selain itu, pemerintah sediakan bantuan langsung tunai agar petani segera tanam kembali. Upaya ini pastikan target penyerapan beras nasional tidak meleset.
Rizal tekankan bahwa bencana hidrometeorologi tidak ganggu stok nasional secara keseluruhan. Ia imbau petani tetap patuh protokol panen untuk jaga kualitas gabah. Namun, pemerintah siapkan cadangan strategis jika cuaca ekstrem berlanjut. Langkah pencegahan ini lindungi ketahanan pangan nasional.
Produksi beras nasional tetap stabil berkat diversifikasi wilayah sentra. Petani di Jawa panen raya dua kali setahun dengan hasil melimpah. Sementara itu, Sulawesi Selatan kembangkan teknologi tani modern untuk tingkatkan produktivitas. Dengan demikian, target penyerapan beras nasional capai angka yang direncanakan pemerintah.
Pemantauan harian jadi prioritas Kementan untuk antisipasi risiko tambahan. Andi Amran Sulaiman instruksikan satgas pangan gerak cepat tangani keluhan petani. Kemudian, Bulog buka gudang pembelian di tingkat kecamatan agar petani mudah jangkau. Strategi ini perkuat rantai pasok beras nasional.
Pemerintah yakin target penyerapan beras nasional selesai tepat waktu. Kerja sama lintas instansi jadi kunci keberhasilan. Petani di seluruh Indonesia nikmati harga beli yang kompetitif. Akhirnya, masyarakat terima pasokan beras berkualitas dengan harga terjangkau sepanjang 2026.*/LIA