WASHINGTON DC, KAREBA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas menyatakan bahwa Trump tolak gencatan senjata Iran demi mencapai tujuan akhir operasi militer di Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan melalui platform media sosial dan konferensi pers pada Jumat malam (20/03) waktu setempat.

Trump menjelaskan bahwa Washington saat ini tidak memiliki minat untuk melakukan perundingan damai dalam waktu dekat. Fokus utama militer Amerika Serikat adalah memastikan kemampuan nuklir dan pertahanan udara Teheran benar-benar lumpuh secara permanen guna melindungi sekutu di kawasan.

“Saya tidak begitu berminat untuk berunding dengan Iran. Tujuan kami di Iran adalah akhir, akhir yang sesungguhnya, bukan gencatan senjata,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Dalam laporannya, Trump mengeklaim bahwa operasi tempur besar-besaran yang dimulai sejak Februari 2026 telah memberikan hasil signifikan. Serangan udara dan laut Amerika Serikat disebut telah melemahkan posisi tawar Teheran secara drastis dalam waktu singkat.

“Kami telah mencapai titik yang sangat dekat untuk memenuhi sasaran kami saat kami mempertimbangkan untuk menghentikan upaya militer besar Timur Tengah,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Hingga saat ini, pihak Gedung Putih terus memantau perkembangan di lapangan sembari memastikan keamanan Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Trump menegaskan bahwa opsi negosiasi hanya akan terbuka jika ada kepatuhan total dari pihak lawan.

“Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali PENYERAHAN TANPA SYARAT,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Langkah tegas Trump tolak gencatan senjata Iran ini diprediksi akan mengubah peta geopolitik dunia secara radikal. Sang Presiden percaya bahwa keunggulan militer yang dimiliki Amerika Serikat telah memenangkan pertempuran ini sejak tahap awal operasi dilakukan.

“Serangan Amerika Serikat telah mengalahkan Teheran dan negara itu hampir berada di ujung garis. Kami telah menang dalam jam pertama, semuanya sudah berakhir,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.