, KAREBA – Pentagon Adopsi Grok AI Elon Musk maju meski kontroversi global menimpa xAI. Menteri Pertahanan Pete Hegseth umumkan integrasi Grok ke jaringan militer AS bulan ini. Keputusan ini ramai setelah Musk batasi fitur gambar seksual Grok akibat protes dunia.

Hegseth sampaikan pengumuman Senin di markas SpaceX, Texas Selatan. Ia tekankan Grok gabung Gemini Google di platform AI internal Pentagon. “Segera kami punya model AI terdepan di setiap jaringan tak terklasifikasi dan terklasifikasi,” ujar Hegseth. Ia tambahkan, “AI Pentagon takkan woke.”

Sementara itu, xAI umumkan Rabu batasi Grok buat gambar orang nyata berpakaian minim seperti bikini. Langkah ini respons protes global soal deepfake tak disetujui perempuan dan anak. Tim keselamatan X nyatakan batasan berlaku semua pengguna, termasuk berbayar.

Namun, tekanan global tak surut. Indonesia dan Malaysia jadi negara pertama blokir Grok sementara. Regulator media Inggris Ofcom buka investigasi formal atas laporan “mengkhawatirkan” gambar telanjang anak di bawah umur.

Jakarta ajukan blokir melalui Komdigi setelah kasus deepfake viral. X kini minta buka blokir. Sementara Malaysia ikuti langkah serupa. Di AS, Jaksa Agung California Rob Bonta umumkan investigasi Rabu. Gubernur Gavin Newsom sebut X jadi “sarang predator” sebarkan deepfake seksual tak disetujui.

Tiga senator Demokrat—Ron Wyden (Oregon), Ed Markey (Massachusetts), dan Ben Ray Luján (New Mexico)—desak Apple dan Google cabut X dari app store. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebut tindakan Grok “menjijikkan dan memalukan”. Ia bilang X patuhi hukum UK.

Bisnis enterprise Grok baru luncur bulan lalu. Chatbot ini raup kontrak Departemen Pertahanan AS. Musk tetap teguh. Ia tulis di X bahwa pengguna tanggung jawab konten ilegal, sama seperti unggah langsung.

Kontroversi ini soroti dua jalur beda xAI. Di satu sisi, regulator UK, UE, dan California pertimbangkan sanksi. Di sisi lain, Pentagon dorong adopsi cepat. Hegseth bicara di acara SpaceX tekankan perluas kemampuan AI lintas sistem rahasia dan terbuka.

Selain itu, koalisi kelompok hak perempuan desak tindakan tegas. Mereka minta platform hapus fitur berisiko. Musk respons batasi edit gambar orang nyata. Namun, kritik tetap datang soal etika AI generatif.

Kronologi mulai pekan lalu. Laporan deepfake picu blokir Indonesia-Malaysia. XAI langsung ubah kebijakan. Pentagon tetap lanjut, anggap Grok strategis. Hegseth soroti beda ideologi AI “woke” vs non-woke.

Perkembangan ini tunjukkan tantangan regulasi AI global. Negara Asia blokir cepat, sementara militer AS adopsi. Komdigi Indonesia tunggu jawab X soal blokir. Kasus ini jadi uji etika teknologi Musk.*/LIA