SALENA, KAREBA – Pentingnya kepemilikan dokumen administrasi kependudukan kembali menjadi sorotan utama dalam agenda Anggota Kota , Abdurrahim Nasar Alamri. Politisi Fraksi Partai Demokrat ini mengingatkan warga Salena agar tidak menunda pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) setelah menemukan kasus warga yang nyaris menanggung biaya pengobatan puluhan juta rupiah akibat kelalaian administrasi.

Peringatan keras namun penuh kepedulian ini Abdurrahim sampaikan saat menggelar Reses Caturwulan I Masa Persidangan Tahun 2026 di Wilayah Salena, Kecamatan Ulujadi, pada Selasa (3/2). Di hadapan Lurah Buluri, perwakilan dinas terkait, serta tokoh masyarakat, Abdurrahim menceritakan insiden di mana seorang warga Salena terancam harus membayar biaya operasi sesar sebesar Rp20 juta. Biaya tersebut muncul lantaran pasien tidak memiliki KTP, sehingga tidak dapat mengakses layanan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah.

“Dengan ada KTP, semua gratis termasuk kesehatan. Jangan menunggu adanya masalah, saat sehat segera diurus. Jika ada hal-hal yang dirasa kritis harus segera dilapor, dan untuk itu KTP juga harus sudah disiapkan,” tegas Abdurrahim di hadapan konstituennya.

Masalah administrasi ini semakin pelik dengan kebiasaan sebagian masyarakat yang kerap menggunakan nama panggilan saat mendaftar di rumah sakit. Hal ini menyebabkan ketidaksinkronan data yang mempersulit proses verifikasi.

Menanggapi kondisi geografis Salena yang cukup jauh dari pusat kota, Abdurrahim mendesak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk “jemput bola” dengan mendirikan posko khusus perekaman data di wilayah tersebut. Pihak Dukcapil yang hadir langsung merespons positif dan menegaskan bahwa seluruh pengurusan dokumen tidak dipungut biaya alias gratis.

Selain isu kesehatan, Abdurrahim juga memanfaatkan momen ini untuk menunaikan “utang” politik dan janji kampanyenya. Ia memastikan pengadaan keranda dan tempat pemandian jenazah akan terealisasi minggu depan. Terkait infrastruktur, ia tengah mendorong pengerasan jalan sepanjang 2 km di Salena Kebun yang saat ini masih berupa tanah.

“Terkait jalan, Bapak Gubernur Sulteng Anwar Hafid sudah siap menerima ajakan ke Dinas Perumahan untuk melihat perencanaannya, supaya bisa lebih baik jalannya, entah disemen atau diaspal nantinya,” ungkapnya.

Diskusi kemudian mengalir pada potensi besar Salena sebagai destinasi wisata paralayang. Warga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan vital penunjang wisata, seperti pengadaan tandon air, WC umum, dan pipa air bersih sepanjang 3 km. Infrastruktur air ini dinilai krusial, terutama untuk mendukung event paralayang yang rencananya akan dibuka langsung oleh Gubernur.

Abdurrahim menutup pertemuan dengan arahan strategis bagi warga Salena dalam menyambut kemajuan pariwisata. Ia meminta warga menjadi tuan rumah yang baik dengan menyediakan fasilitas pendukung dan menjaga keamanan.

“Kalau ada orang naik ke puncak, harus dimudahkan, jangan dibuat susah supaya ada pemasukan. Yang paling penting, dijaga jangan sampai ada narkoba, jika perlu tahan dan laporkan ke pihak berwajib,” pungkasnya, sembari menekankan bahwa legalitas KTP juga menjadi kunci bagi warga untuk mengakses bantuan UMKM di masa depan.LIA