CUPERTINO, KAREBA – Apple Inc. berencana memperluas ekosistem perangkat super premium melalui lini Apple Ultra yang mencakup iPhone lipat, AirPods Ultra, hingga MacBook Ultra pada akhir 2026 mendatang. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini juga tengah menyempurnakan proses manufaktur cetak 3D untuk material aluminium guna meningkatkan efisiensi produksi perangkat masa depan mereka. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat dominasi pasar teknologi kelas atas sekaligus mendukung program ramah lingkungan.
Informasi mengenai pengembangan Apple Ultra ini pertama kali diungkap oleh Mark Gurman melalui newsletter Power On pada 08/03. Pengembangan lini produk ini bertujuan untuk menawarkan fitur eksklusif yang tidak ditemukan pada model standar perusahaan lainnya. Salah satu produk yang paling dinanti adalah iPhone Ultra dengan layar lipat 7,7 inci yang dilengkapi sensor di bawah layar dan kamera selfie beresolusi tinggi.
“The company’s manufacturing design team — along with its operations department — is working on ways to 3D-print aluminum, which would bring more efficiency to the production of Apple Watch casings and, potentially one day, iPhone enclosures,” kata Mark Gurman, Jurnalis Bloomberg.
Selain perangkat genggam, ekosistem Apple Ultra juga akan menyasar segmen laptop melalui MacBook Ultra yang mengusung layar OLED layar sentuh pertama dalam sejarah perusahaan. Perangkat ini diposisikan secara khusus di atas seri MacBook Pro yang menggunakan cip M5 Pro atau Max. Sementara itu, AirPods Ultra akan dibekali kamera computer vision rendah resolusi untuk mendukung fitur Visual Intelligence pada sistem asisten digital Siri.
Apple dilaporkan sudah mulai mengimplementasikan teknologi cetak 3D menggunakan bubuk titanium daur ulang pada perangkat Apple Watch Ultra yang dirilis belum lama ini. Penggunaan teknologi inovatif tersebut diklaim mampu mengurangi limbah produksi hingga 50 persen dibandingkan metode pemotongan logam tradisional. Proses cetak 3D laser ini melibatkan 900 lapisan material yang disusun secara presisi selama 20 jam untuk setiap unit casing produk Apple Ultra.
“With a ~$2,000 price tag, large inner display, and under-display sensors, the first foldable iPhone will ‘cast a shadow over the rest of the lineup,'” kata Mark Gurman, Penulis Newsletter Power On.
Harga untuk unit iPhone lipat di dalam ekosistem Apple Ultra diperkirakan mencapai USD 2.000 atau sekitar Rp 32.000.000 per unitnya. Meskipun branding ini semakin dominan, manajemen mungkin saja menggunakan penamaan berbeda untuk beberapa model tertentu saat peluncuran resminya nanti. Adaptasi dari material titanium ke aluminium diharapkan segera menyusul pada lini jam tangan pintar sebelum akhirnya diterapkan pada rangka luar iPhone terbaru.