POHANG, KAREBA – Tim peneliti dari Pohang University of Science and Technology (POSTECH) Korea Selatan sukses mengembangkan inovasi Baterai Silikon POSTECH yang memungkinkan kendaraan listrik menempuh jarak 1.000 kilometer dalam sekali pengisian daya pada Selasa (24/03). Penemuan terbaru ini menawarkan densitas energi 40 persen lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion standar sekaligus menjadi solusi atas tantangan daya jelajah kendaraan listrik masa depan.

Tim riset yang dipimpin Park Soojin ini mengandalkan anoda mikro-silikon untuk menekan biaya produksi agar lebih ekonomis bagi industri otomotif global. Teknologi baterai silikon POSTECH tersebut diklaim mampu mengatasi masalah ekspansi volume material silikon yang biasanya membengkak hingga tiga kali lipat saat pengisian energi dilakukan.

Implementasi gel polimer elektrolit yang diikat secara kimiawi menggunakan radiasi elektron menjadi kunci stabilitas perangkat masa depan ini. Melalui pendekatan tersebut, Pohang University of Science and Technology berhasil menciptakan sistem penyimpanan energi yang tahan lama untuk diaplikasikan pada lini produksi massal kendaraan listrik.

“Kami menggunakan anoda mikro-silikon, hasilnya tetap baterai yang stabil. Riset ini membawa kita lebih dekat ke sistem baterai lithium-ion densitas-energi-tinggi,” kata Park Soojin, peneliti dari Pohang University of Science and Technology (POSTECH).

Penerapan teknologi baterai silikon POSTECH ini sejalan dengan regulasi keselamatan global dan berpotensi mempercepat target pengurangan emisi karbon dunia hingga tahun 2050. Dengan biaya yang lebih rendah dibanding teknologi berbasis partikel nano, temuan baterai silikon POSTECH diprediksi segera menjadi standar baru bagi industri manufaktur otomotif dunia.