Dampak Positif Gemini 3.1 Pro, Saham Alphabet Menguat di Tengah Antusiasme Pasar Terhadap Teknologi AI

JAKARTA, – Peluncuran model kecerdasan buatan terbaru dari Google, Gemini 3.1 Pro, memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pergerakan pasar. Saham Alphabet Inc. (GOOG) tercatat menguat seiring dengan tingginya antusiasme investor terhadap inovasi teknologi AI dan pengumuman kemitraan strategis dengan raksasa teknologi Asia Tenggara, Sea Limited.

Saham Alphabet Class C mengalami kenaikan sebesar 2,1 persen menyentuh level USD 309,87 pada perdagangan pagi, Jumat (20/2/2026), dan ditutup menguat pada USD 314,90. Penguatan saham Alphabet ini dipicu oleh rilis preview Gemini 3.1 Pro yang diumumkan langsung oleh CEO Alphabet dan Google, Sundar Pichai, dalam ajang AI Impact Summit di New Delhi, India, pada Kamis (19/2/2026).

Model AI terbaru ini menawarkan lompatan besar dalam kemampuan penalaran (reasoning). Berdasarkan data benchmark, Gemini 3.1 Pro mencetak skor 77,1 persen pada ARC-AGI-2, lebih dari dua kali lipat kemampuan pendahulunya, Gemini 3 Pro. Selain itu, model ini juga unggul 4 poin atas Claude Opus 4.6 pada Artificial Analysis Intelligence Index dan mencatat penurunan tingkat halusinasi hingga 38 percentage points.

“Gemini 3.1 Pro telah hadir. Ini adalah langkah maju dalam penalaran inti. Dengan baseline yang lebih mumpuni, model ini sangat bagus untuk tugas super kompleks seperti memvisualisasikan konsep sulit, menyintesis data ke dalam satu tampilan, atau mewujudkan proyek kreatif,” ujar Sundar Pichai.

Menariknya, Google mematok harga yang sangat kompetitif untuk para pengembang. Biaya penggunaan API ditetapkan sebesar USD 2 per 1 juta token input dan USD 12 per 1 juta token output. Harga ini jauh lebih terjangkau dibandingkan pesaing terdekatnya di kelas yang sama. Saat ini, model tersebut sudah tersedia bagi pengembang melalui Google AI Studio, Vertex AI, dan bagi konsumen melalui aplikasi Gemini untuk pelanggan AI Pro/Ultra.

Selain keunggulan teknis, sentimen positif pasar juga didorong oleh kolaborasi Google dengan Sea Limited, induk perusahaan Shopee, Garena, dan SeaMoney. Kemitraan ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe agen AI belanja (agentic shopping prototype) di platform Shopee. Langkah strategis ini dinilai akan memperkuat posisi Shopee yang saat ini menguasai 52 persen pangsa pasar e-commerce di Asia Tenggara dengan Gross Merchandise Value (GMV) mencapai USD 66,8 miliar.

Chairman dan CEO Sea Limited, Forrest Li, menyambut baik kolaborasi inovatif ini. “AI adalah revolusi teknologi besar berikutnya, dan kami percaya ini memiliki potensi besar untuk mentransformasi bisnis kami secara positif dan menciptakan nilai di pasar kami. Kemitraan dengan Google ini akan mendorong inovasi aplikasi bisnis teknologi dalam skala besar, dan memungkinkan kami membuat AI lebih mudah diakses,” tegas Li.

Langkah agresif Google dalam menghadirkan Gemini 3.1 Pro dan memperluas ekosistem agen AI ke sektor e-commerce, gaming, dan fintech membuktikan komitmen perusahaan dalam memimpin transformasi digital global. Hal ini sekaligus mengukuhkan kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang Alphabet di era kecerdasan buatan.