NEW YORK, KAREBA — Harga emas dunia melonjak lebih dari 1% tembus rekor tertinggi sepanjang masa $4.563,61 per ons pada perdagangan Senin (12/1/2026). Kenaikan dipicu kombinasi tekanan Departemen Kehakiman AS ke Federal Reserve dan gejolak politik Iran. Investor global buru emas sebagai aset aman di tengah ketidakpastian.
Powell Protes Ancaman Dakwaan Pidana The Fed
Ketua Federal Reserve Jerome Powell umumkan Departemen Kehakiman AS layangkan subpoena ke bank sentral. Pemerintah ancam dakwaan pidana tekan independensi The Fed. Powell sampaikan pernyataan video Minggu malam (11/1/2026).
“Ancaman dakwaan pidana ini konsekuensi Federal Reserve tetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami tentang apa yang layani publik, bukan ikuti preferensi Presiden,” tegas Powell. Surat panggilan terkait kesaksiannya Juni lalu soal renovasi gedung The Fed $2,5 miliar.
Konflik Trump-Powell memanas sepanjang 2025. Presiden kritik Powell tak pangkas suku bunga sesuai keinginan. Senator Thom Tillis (Republik) tolak semua nominasi bank sentral sampai “masalah hukum selesai sepenuhnya”.
Protes Iran Jadi Pemicu Geopolitik Baru
Demonstrasi anti-pemerintah Iran mulai 28 Desember 2025 akibat jatuhnya nilai rial. Aksi berkembang jadi gerakan terbesar sejak 2009, bahkan disebut terbesar sejak Revolusi 1979. Oposisi laporkan 57 demonstran tewas dalam bentrokan.
Gejolak Iran tingkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Sementara itu, data ketenagakerjaan AS lemah dari perkiraan dorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Pasar prediksi dua kali potong bunga 2026 setelah tiga kali pemangkasan 2025.
Survei Kitco catat 14 dari 16 analis Wall Street (88%) prediksi harga emas naik minggu depan. Goldman Sachs proyeksikan emas capai $5.000 per ons akhir 2026. Investor antisipasi keputusan Mahkamah Agung AS soal tarif Rabu (14/1).
Perak Ikut Meroket Dekati Rekor
Harga perak naik hampir 10% dalam seminggu tembus $83,50 per ons. Logam mulia kedua ini dekati rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan sejalan tren emas akibat faktor serupa.
Investor rotasi masuk aset safe haven non-bunga. Emas dan perak untung dari ekspektasi suku bunga rendah The Fed. Ketegangan geopolitik Iran tambah daya tarik logam mulia dibanding obligasi atau saham.
Volatilitas pasar tingkatkan permintaan fisik emas global. Bank sentral negara berkembang lanjutkan akumulasi cadangan emas. Harga emas dunia memang melonjak sejak Desember 2025 seiring eskalasi ketegangan politik global.
Suggested Featured Image: Grafik harga emas rekor dari Kitco: “Emas spot tembus rekor tertinggi $4.563,61 per ons Senin (12/1/2026)”.