CHIBA, [DOMAIN] – Seekor bayi kera Jepang bernama Monyet Punch akhirnya berhasil bergabung dengan kawanannya di kebun binatang pada Senin (16/02). Penjaga kebun binatang merawat bayi berusia tujuh bulan ini secara intensif setelah induk kandungnya menolak kehadiran sang anak sejak lahir.
Monyet Punch lahir pada Sabtu (26/07) tahun lalu dengan berat badan 500 gram. Namun, induk kandung menolak bayi tersebut akibat kelelahan pasca persalinan pertama yang sulit pada musim panas. Dua penjaga kebun binatang bernama Kosuke Shikano dan Shumpei Miyakoshi kemudian mengambil alih perawatan secara langsung.
“Beban kelahiran pertama mungkin menjadi alasannya. Di kelompok monyet gunung, monyet induk lain terkadang mengambil alih bayi yang ditinggalkan, jadi kami mengamati dari kejauhan pada hari kelahiran, tetapi tidak ada tanda-tanda monyet lain mau merawat Punch. Karena Punch sehat, kami untuk sementara memisahkannya dari kelompok monyet lain dan mulai memberinya susu,” kata Kosuke Shikano, Penjaga Kebun Binatang Ichikawa, pada Senin.
Sementara itu, petugas memberikan sebuah boneka orang utan sebagai pengganti sosok ibu bagi Monyet Punch. Bayi kera ini selalu membawa boneka tersebut ke mana pun ia pergi selama masa isolasi. Selain itu, kisah perjuangan hewan kecil ini menjadi viral di media sosial melalui tagar khusus.
“Bulu boneka itu membuatnya mudah untuk dipegang, dan penampilannya juga mirip dengan monyet, yang kemungkinan memberikan rasa aman,” kata Kosuke Shikano, Penjaga Kebun Binatang Ichikawa, pada Senin.
Petugas mulai memindahkan kera kecil ini ke area Gunung Monyet di Kebun Binatang Kota Ichikawa pada Senin (19/01). Pihak manajemen melakukan pengenalan secara bertahap untuk memastikan keselamatan bayi kera tersebut. Puncaknya, seekor monyet dewasa terlihat memeluk bayi kera ini pertama kali pada Senin (16/02) yang menandakan penerimaan sosial dari kawanan.
Fenomena viral ini menyebabkan lonjakan jumlah pengunjung ke kebun binatang secara drastis. Pihak manajemen bahkan merasa terkejut dan meminta maaf atas antrean panjang yang terjadi di lokasi. Mereka menegaskan komitmen untuk terus memantau perkembangan kesehatan dan adaptasi sosial kera kecil tersebut.