JAKARTA, KAREBA – Presiden RI Prabowo Subianto secara tak terduga meminta para wartawan keluar ruangan saat akan berpidato di Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 26 Juni 2026. Permintaan ini, yang dikenal sebagai insiden Prabowo persilakan wartawan keluar, muncul karena ia ingin berbicara “dari hati ke hati” kepada ribuan guru besar dan akademisi yang hadir, serta menyatakan tidak ingin sesi tersebut diliput media.

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini awalnya terbuka untuk peliputan media selama setengah jam pertama. Namun, di tengah sambutannya, sebuah instruksi agar wartawan meninggalkan ruangan disampaikan oleh pembawa acara, diikuti dengan penghentian siaran langsung di kanal YouTube. Momen saat Prabowo persilakan wartawan keluar ini sontak menjadi perbincangan.

Presiden Prabowo Subianto kemudian menjelaskan alasannya meminta para jurnalis meninggalkan ruangan. Ia menegaskan keinginannya untuk berdialog secara terus terang dengan para akademikus tanpa kehadiran media massa. Hal ini ia sampaikan langsung di hadapan para peserta.

“Dengan hormat saya mengundang para wartawan untuk minum kopi di luar, saya yakin Pak Brian (Mendiktisaintek Brian Yuliarto) sudah siapkan kopi-kopi yang bagus,” kata Presiden RI, Prabowo Subianto, pada 26 Juni 2026.

“Wartawan, dengan segala hormat, para media, saya hari ini mau bicara dari hati ke hati kepada guru-guru besar,” tambahnya, menegaskan bahwa ia tak ingin sesi tersebut diliput media.

Pembawa acara juga turut menyampaikan permintaan agar media meninggalkan ruangan. “Karena sesuatu dan lain hal, kami persilakan seluruh rekan-rekan media berkenan meninggalkan ruangan,” ujar pembawa acara pada kesempatan itu. Setelah pengumuman ini, siaran langsung melalui kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden segera dihentikan.

Video yang memperlihatkan insiden Prabowo persilakan wartawan keluar tersebut dengan cepat viral di media sosial seperti Instagram dan Tempo, memicu beragam reaksi dari publik. Banyak warganet mempertanyakan transparansi acara dan peran media sebagai corong informasi bagi masyarakat.

Kejadian Prabowo persilakan wartawan keluar ini bukanlah yang pertama kali bagi Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, pada 28 April 2025, dalam acara Town Hall Danantara, ia juga meminta wartawan keluar dengan alasan ingin menjaga suasana profesional dan menghormati para pimpinan BUMN yang hadir. Insiden serupa ini kembali menimbulkan diskusi tentang kebebasan pers dan akses informasi publik.