JAKARTA, KAREBA. Gelombang penipuan WhatsApp Lebaran 2026 meningkat tajam melalui modus donasi amal palsu, undian berhadiah, hingga penyebaran file APK berbahaya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat setidaknya 13.130 laporan penipuan hanya dalam sepuluh hari pertama Ramadan tahun ini.

Lonjakan ini dipicu oleh tingginya aktivitas belanja daring dan komunikasi digital masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Para pelaku kejahatan siber kini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk menciptakan pesan phishing yang lebih personal dan meyakinkan.

“Metode yang digunakan kini semakin canggih karena sebagian pelaku memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membuat pesan phishing yang lebih meyakinkan dan tertarget,” kata Defi Nofitra, Country Manager Kaspersky Indonesia.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, belasan ribu laporan tersebut melibatkan 22.593 rekening bank yang berbeda selama masa penipuan WhatsApp Lebaran 2026. Selain WhatsApp, platform pesan instan lain juga menjadi sasaran utama dengan total kerugian masyarakat mencapai Rp49 triliun dalam setahun terakhir.

Salah satu modus yang paling berbahaya adalah pengiriman file APK yang menyamar sebagai aplikasi kurir atau paket pengiriman. File ini dapat menginstal malware yang mampu mencuri data perbankan serta mengambil alih akses perangkat korban secara penuh melalui fitur berbagi layar.

“File berformat .apk yang dikirim melalui pesan pribadi sangat berisiko karena dapat menginstal malware pencuri data perbankan,” kata Supangat, Pakar Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak sembarangan mengklik tautan dari nomor tidak dikenal. Skema penipuan WhatsApp Lebaran 2026 ini sering kali meniru identitas perusahaan resmi atau berpura-pura menjadi anggota keluarga dalam kondisi darurat untuk memicu kepanikan.

Pihak berwenang mengingatkan bahwa perbankan atau marketplace resmi tidak pernah meminta data sensitif seperti kode OTP, PIN, atau kata sandi melalui pesan pribadi. Segera laporkan aktivitas mencurigakan guna menekan angka korban penipuan WhatsApp Lebaran 2026 yang kian meresahkan.