MUMBAI, KAREBA – Industri perfilman India bersiap menyambut kehadiran Film Ramayana yang digadang-gadang menjadi produksi termahal sepanjang sejarah Bollywood. Film epik arahan sutradara Nitesh Tiwari ini dijadwalkan merilis bagian pertamanya pada 8 November 2026 mendatang bertepatan dengan perayaan Diwali.
Proyek ambisius ini tidak hanya menonjolkan jajaran aktor papan atas seperti Ranbir Kapoor dan Yash, tetapi juga menggandeng komposer pemenang Oscar, Hans Zimmer dan AR Rahman.
Film Ramayana akan dibagi menjadi dua bagian untuk mencakup kedalaman kisah klasik Valmiki secara utuh kepada penonton global. Bagian pertama berfokus pada perjalanan awal tokoh utama yang diperankan Ranbir Kapoor, sementara bagian kedua direncanakan tayang pada November 2027.
Produser Namit Malhotra melalui Prime Focus Studios berambisi menghadirkan visual spektakuler dengan bantuan teknologi VFX bertaraf internasional untuk menghidupkan mitologi besar India ini.
“Sangat menegangkan bagi kami berdua. Kami sedang membuat skor musik untuk sesuatu yang sangat ikonik dan penting bagi dunia,” kata AR Rahman, Komposer.
Ia menjelaskan tantangan dalam memberikan nuansa baru bagi penonton untuk kisah yang sudah sangat melegenda di hati masyarakat namun tetap mempertahankan esensi tradisionalnya.
Selain Ranbir Kapoor sebagai Lord Ram, Film Ramayana juga dibintangi oleh Sai Pallavi sebagai Sita dan aktor ternama Yash sebagai Ravana. Jajaran pemeran lainnya mencakup Sunny Deol yang memerankan Hanuman serta Ravi Dubey sebagai Lakshman.
Detail proyek ini juga tercatat dalam basis data film global IMDb sebagai salah satu rilisan yang paling dinantikan tahun depan.
Trailer buatan penggemar dan showreel visual Film Ramayana sudah mulai beredar luas di platform digital sejak pertengahan 2025 sebagai bagian dari promosi awal.
Proyek ini diharapkan mampu menggabungkan estetika penceritaan Timur dengan standar teknis Barat yang dibawa oleh Hans Zimmer. Penggemar menantikan aksi laga kolosal yang menggambarkan pertempuran antara dharma dan adharma dalam skala produksi yang masif.*/LIA