MANADO, KAREBA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 29 gempa susulan Bitung mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara hingga Kamis (02/04). Rentetan guncangan ini terjadi setelah gempa utama berkekuatan Magnitudo 7,6 yang sempat memicu peringatan dini tsunami di pesisir utara Indonesia pagi tadi.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Muhammad Zulkifli menjelaskan bahwa kekuatan gempa susulan Bitung tersebut relatif lebih kecil dari lindu utama. Besaran guncangan susulan yang terekam oleh sensor seismik berada pada kisaran Magnitudo 3,1 hingga yang terbesar mencapai Magnitudo 5,5.
“Sejak terjadinya gempa utama sejauh ini sudah ada 29 gempa susulan,” kata Muhammad Zulkifli, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap potensi kerusakan infrastruktur akibat gempa susulan Bitung. Hal ini mengingat pusat gempa berada di kedalaman 62 kilometer yang masuk kategori menengah di zona Megathrust Laut Maluku yang sangat aktif.
“Kami tetap berharap warga waspada berhati-hati, serta memastikan bahwa bangunan rumah atau tempat bekerja dalam kondisi baik setelah terjadinya gempa,” ujar Muhammad Zulkifli.
Gempa utama M 7,6 sendiri terjadi pada pukul 05:48 WIB dengan episentrum di perairan Bitung dan Maluku Utara. Meski peringatan tsunami telah dicabut secara resmi, kemunculan gempa susulan Bitung yang intens tetap memicu kekhawatiran warga di pesisir pantai.
Laporan sementara mencatat satu orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan di Manado dan beberapa fasilitas publik mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Pemerintah setempat kini memfokuskan pendataan di wilayah terdampak paling kuat seperti Pulau Batang Dua dan Kota Bitung.