TERNATE, KAREBA – Pemerintah Kota Ternate bergerak cepat merespons dampak gempa Ternate 7,6 SR dengan membentuk posko tanggap darurat guna mengoordinasikan pendataan kerusakan serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak pada Kamis (02/04).
Posko pusat penanganan bencana ini dipusatkan di Gedung eks Kantor Wali Kota Ternate di Jalan Yos Sudarso untuk memfasilitasi kebutuhan mendesak pasca gempa Ternate 7,6 SR yang sempat memicu kepanikan warga. Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly menjelaskan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah teknis telah diterjunkan ke lapangan untuk mengidentifikasi kerusakan rumah tinggal dan fasilitas publik.
“Pasca gempa bumi 7,6 SR, Pemerintah Kota Ternate langsung membentuk posko penanganan bencana sebagai pusat informasi dan bantuan bagi masyarakat terdampat,” kata Rizal Marsaoly, Sekretaris Daerah Kota Ternate.
Berdasarkan data awal, guncangan kuat gempa Ternate 7,6 SR menyebabkan kerusakan bangunan di Kecamatan Pulau Batang Dua dan Kelurahan Ganbesi. Hingga saat ini tim gabungan masih menyisir delapan kecamatan untuk memastikan tingkat kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut.
“Kami sedang mendata rumah, fasilitas publik, dan tempat ibadah yang terdampak. Posko ini menjadi pusat koordinasi bagi warga Kota Ternate,” kata Rizal Marsaoly, Sekretaris Daerah Kota Ternate.
Laporan dari BNPB menunjukkan satu unit gereja di Kecamatan Pulau Batang Dua serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Meskipun terdapat kenaikan air laut yang memicu peringatan tsunami kecil, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Dampak awal yang berhasil dihimpun menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang di wilayah Kota Ternate. Sebanyak 1 unit tempat ibadah atau gereja di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Pemerintah mengimbau warga agar tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan struktural diminta segera melapor ke posko utama agar mendapatkan penanganan dan bantuan logistik secepatnya.