LAS VEGAS,  — Harga RAM global melonjak hingga 55% pada kuartal pertama 2026 akibat permintaan masif industri AI. Firma riset TrendForce proyeksikan kenaikan harga DRAM rata-rata 50-55% dibanding kuartal empat 2025. Lonjakan ini ancam naikkan harga iPhone dan perangkat elektronik konsumen lain.​

AI Prioritaskan High-Bandwidth Memory

Produsen chip AI seperti Nvidia, AMD, dan Google rebutan RAM high-bandwidth memory (HBM) untuk pusat data. Ketiga raksasa memori dunia, Micron, SK Hynix, dan Samsung Electronics, untung besar dari permintaan ini. Sementara itu, pasokan memori konsumen menyusut drastis.

Kepala bisnis Micron, Sumit Sadana, ungkap situasi sulit di CES Las Vegas. “Kami telah melihat lonjakan permintaan memori yang sangat tajam dan signifikan, dan itu jauh melampaui kemampuan kami untuk memasok memori tersebut dan, menurut perkiraan kami, kemampuan pasokan seluruh industri memori,” kata Sadana kepada CNBC pada Sabtu (10/1/2026).

Analis TrendForce, Tom Hsu, sebut kenaikan harga RAM ini “belum pernah terjadi sebelumnya”. Selain itu, perusahaan teknologi raksasa alihkan produksi masif ke modul RAM berkapasitas tinggi untuk AI.

Dampak Langsung ke Industri Smartphone

Kelangkaan memori tekan industri smartphone secara nyata. Pembocor industri Lanzuk laporkan smartphone dengan RAM 12GB turun 40 persen melalui situs Naver. Produsen pilih konfigurasi dasar 6GB atau 8GB untuk jaga margin keuntungan.

Ponsel kelas menengah berisiko kembali pakai RAM 4GB. Konsumen hadapi risiko bayar lebih mahal tapi dapat kapasitas memori lebih kecil. Kemudian, Presiden Xiaomi, Lu Weibing, akui biaya komponen naik meski amankan pasokan tahun ini.

ASUS Indonesia konfirmasi penyesuaian harga perangkat consumer pada 2026. Meskipun begitu, produsen coba minimalkan dampak dengan optimalkan rantai pasok.

Rasio Produksi HBM Tekan Pasokan Konsumen

Micron ungkap rasio produksi ketat akibat prioritas HBM. Sadana jelaskan bahwa satu bit memori HBM korbankan tiga bit memori konvensional. “Saat kami meningkatkan pasokan HBM, semakin sedikit memori yang tersedia untuk bagian pasar non-HBM, karena rasio tiga banding satu ini,” ujarnya.

GPU Rubin Nvidia pakai memori HBM4 hingga 288GB per chip. Bandingkan dengan smartphone biasa hanya 8-12GB. CEO Nvidia, Jensen Huang, sebut kebutuhan AI sangat tinggi di CES. “Karena permintaan kami sangat tinggi, setiap pabrik, setiap pemasok HBM, sedang bersiap,” kata Huang.

Harga RAM global memang melonjak sejak pertengahan 2025. Selain itu, Counterpoint Research prediksi kenaikan hingga 40% lagi sampai kuartal dua 2026. Bill of Materials (BoM) smartphone kelas bawah naik 25% sejak awal tahun.

Produsen memori kurangi produksi DRAM konvensional seperti DDR4 demi HBM dan memori server. Krisis ini pacu Google, Meta, Amazon, dan OpenAI rebutan pasokan DRAM. Konsumen gadget hadapi harga lebih tinggi di 2026.*/LIA