JAKARTA, KAREBA Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali mempertegas pentingnya inklusi sosial melalui peringatan Hari Down Syndrome Sedunia yang jatuh pada tanggal 21/03/2026 mendatang. PBB melalui resolusi resminya menekankan bahwa setiap orang dengan sindrom Down memiliki hak penuh untuk berpartisipasi secara bermakna dalam setiap pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka secara langsung.
Peringatan tahunan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai kondisi genetika trisomi 21 yang memengaruhi ribuan kelahiran di seluruh dunia. Data organisasi kesehatan menunjukkan prevalensi kondisi ini mencapai satu banding seribu kelahiran secara global, yang menuntut adanya dukungan sistemik dari negara anggota demi menjamin hak asasi manusia para penyandangnya agar terhindar dari stigma negatif.
“Orang-orang dengan sindrom Down harus dapat berpartisipasi secara bermakna dalam proses pengambilan keputusan mengenai isu-isu yang memengaruhi kehidupan mereka,” bunyi kutipan resmi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Resolusi A/RES/66/149.
Di Indonesia sendiri, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar Menengah menargetkan angka inklusi pendidikan bagi anak dengan sindrom Down mencapai 30 persen pada tahun 2026. Langkah ini sejalan dengan tema Hari Down Syndrome Sedunia yang mengedepankan pemberdayaan penyandang disabilitas intelektual agar mampu mandiri dan berkontribusi dalam kehidupan ekonomi serta sosial di tengah masyarakat.
“Hari Down Syndrome Sedunia menjadi momentum meningkatkan dukungan untuk pemberdayaan orang dengan sindrom Down melalui pendidikan inklusif,” kata perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah pada rilis resminya.
Secara global, kampanye tahun ini juga akan diwarnai dengan berbagai konferensi internasional di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berlokasi di Jenewa. Melalui partisipasi aktif, diharapkan tidak ada lagi batasan bagi penyandang trisomi 21 untuk mendapatkan hak atas pendidikan, pekerjaan, serta keterlibatan dalam pengembangan budaya dan politik di negaranya masing-masing.