JAKARTA, KAREBA – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memperingati momen Harsiarnas ke-93 dengan mendorong kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan ketahanan nasional pada 01/04. Peringatan tahun ini menjadi refleksi penting bagi pemangku kepentingan untuk memperkuat peran media penyiaran sebagai pilar informasi di tengah disrupsi global.
Peringatan Harsiarnas ke-93 menyoroti ketimpangan yang semakin nyata antara media konvensional dan platform digital saat ini. KPI menilai regulasi yang adil sangat dibutuhkan agar lembaga penyiaran tetap bisa menjalankan fungsinya sebagai media pemersatu bangsa yang menjaga nilai kebangsaan.
Ketua KPI Pusat, Ubaidillah menegaskan bahwa penguatan sektor penyiaran harus selaras dengan semangat Asta Cita Presiden. Penyiaran nasional bukan sekadar hiburan melainkan instrumen vital untuk memperkokoh ideologi Pancasila serta kedaulatan informasi yang sehat.
“Kita memerlukan ekosistem penyiaran yang lebih adil bagi seluruh pelaku industri. Di usia yang ke-93 ini, penyiaran nasional harus mampu menjadi benteng pertahanan budaya dan informasi,” kata Ubaidillah, Ketua KPI Pusat.
Lembaga penyiaran juga dituntut untuk melakukan transformasi agar tetap adaptif terhadap perubahan teknologi yang cepat. Kreativitas dalam menyajikan konten menjadi kunci utama agar radio dan televisi tetap relevan bagi audiens muda khususnya Generasi Z.
KPI turut mendukung implementasi kebijakan pembatasan akses media digital bagi anak di bawah usia 16 tahun pada platform berisiko tinggi. Hal ini dipandang sebagai momentum bagi industri penyiaran untuk menghadirkan konten berkualitas yang mendukung tumbuh kembang anak menuju Indonesia Emas 2045.
“Sampai tiba waktunya mereka siap untuk mengakses media platform digital,” kata Ubaidillah, Ketua KPI Pusat.
Momentum Harsiarnas ke-93 ini diharapkan menjadi penggerak bagi seluruh insan penyiaran untuk terus bertransformasi dan berkolaborasi. KPI berkomitmen mengawal kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri serta memastikan distribusi informasi merata hingga pelosok negeri demi kemajuan peradaban.