JAKARTA, KAREBA – Bursa kripto terbesar Indonesia Indodax raih rekor volume transaksi Rp201,2 triliun sepanjang 2025 di pasar rupiah, melonjak 51,65% dari Rp132,6 triliun tahun sebelumnya. Platform ini kuasai 40% pangsa pasar kripto nasional senilai Rp482,23 triliun versi OJK. Vice President Antony Kusuma umumkan pencapaian ini Selasa (13/1/2026).

Investor kripto Indonesia tetap percaya diri di tengah gejolak pasar. “Volatilitas justru jadi peluang diversifikasi aset,” ujar Antony Kusuma, Vice President Indodax. USDT sumbang 22% transaksi sebagai stablecoin andalan, diikuti Bitcoin 13% dan Ethereum 7%. Ketiga aset ini wakili 42% aktivitas pasar IDR.

OJK terapkan kerangka pengawasan ketat sepanjang 2025. POJK 30/2025 atur tata kelola fintech dan POJK 23/2025 kendalikan derivatif kripto leverage tinggi. Desember lalu, OJK publikasikan whitelist pedagang berizin resmi termasuk Indodax. Koordinasi dengan <a href=”https://www.ojk.go.id/?utm_source=hawa”>Otoritas Jasa Keuangan</a> pastikan perlindungan konsumen optimal.

Investor kripto Indonesia tembus 19,56 juta orang atau 7% populasi hingga November 2025. Pertumbuhan ini selaraskan dengan peningkatan literasi digital nasional. Sementara itu, Indodax proses 75 juta transaksi dengan 200 ribu user aktif harian rata-rata.

Platform ini sumbang Rp80,89 triliun pajak serta PNBP kripto sepanjang tahun. Dominasi pasar 40% jauh lampaui kompetitor lokal. Meskipun begitu, regulasi derivatif ketat batasi leverage maksimal 10x mulai 2026. Indodax rencana tambah 50 aset baru termasuk RWA dan layer-2 token.

Pencapaian ini hadir pasca Bitcoin ETF AS dan stablecoin regulasi Eropa. IHSG anjlok 3% serta rupiah Rp16.850 per dolar dorong aliran dana ke kripto. Investor ritel pilih USDT sebagai jembatan masuk BTC/ETH saat bull run mendekat. Platform daftar 418 aset global dengan margin trading dan staking.

OJK perketat KYC dan AML seiring pertumbuhan eksponensial. Indodax targetkan pangsa 45% dengan fitur derivatif ter-regulasi. Publik harap ekosistem kripto lokal ikut bull market global. Investor 19,56 juta tunjukkan kesiapan Indonesia jadi pusat kripto ASEAN.

Indonesia posisikan diri sebagai pasar kripto terdepan kawasan. Regulasi proaktif OJK jadi model bagi negara berkembang. Volume Rp201,2 triliun bukti ekosistem matang hadapi siklus pasar 2026. Literasi digital jadi kunci sustain pertumbuhan industri aset digital nasional.*/LIA