KUALA LUMPUR, KAREBA — Pemerintah Malaysia blokir sementara akses chatbot Grok AI pada Minggu (11/1/2026). Langkah ini sehari setelah Indonesia jadi negara pertama dunia ambil tindakan serupa. Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) sebut X dan xAI gagal atasi risiko deepfake seksual.
Kronologi Pemblokiran Malaysia
Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) umumkan pemblokiran berlaku segera. Mereka temukan penyalahgunaan berulang Grok untuk hasilkan konten cabul dan eksplisit. Fitur pembuat gambar chatbot Elon Musk manipulasi foto perempuan dan anak-anak tanpa izin.
“Tindakan ini diambil menyusul penyalahgunaan Grok secara berulang untuk menghasilkan gambar manipulasi yang cabul, eksplisit secara seksual, tidak senonoh, dan sangat menyinggung tanpa konsensus,” tulis MCMC dalam pernyataan resminya. Akses baru pulih setelah verifikasi perbaikan keamanan.
Sementara itu, MCMC kirim pemberitahuan resmi ke X Corp dan xAI. Regulator nilai sistem pengamanan Grok terlalu bergantung pelaporan pengguna. Uji coba di Kuala Lumpur konfirmasi layanan tak respons perintah pengguna.
Indonesia Jadi Pelopor Pemblokiran
Indonesia umumkan blokir total Grok pada Sabtu (10/1/2026) melalui Kementerian Komunikasi dan Digital. Meutya Hafid tegaskan pemerintah tak toleransi deepfake seksual nonkonsensual. Langkah ini picu efek domino di Asia Tenggara.
Kedua negara pimpin respons global terhadap kontroversi AI Elon Musk. Kritik internasional soroti fitur Grok yang mudah hasilkan konten berbahaya. Malaysia desak masyarakat laporkan konten online berbahaya selama pemblokiran.
Selain itu, pemblokiran Malaysia konfirmasi efektivitas di lapangan. Pengguna tak akses Grok melalui platform X di wilayah tersebut. MCMC pantau implementasi ketat demi lindungi masyarakat.
Alasan Kontroversi Deepfake Grok
Fitur pembuat gambar Grok jadi sorotan utama. Pengguna cukup masukkan perintah teks sederhana untuk manipulasi foto jadi konten seksual. Banyak kasus libatkan anak-anak dan perempuan tanpa persetujuan.
Meskipun begitu, xAI belum beri tanggapan publik soal pemblokiran ganda. Kritik global sebut sistem moderasi Grok gagal cegah penyalahgunaan massal. Indonesia dan Malaysia jadi contoh respons cepat negara Asia Tenggara.
Kemudian, MCMC tekankan pemblokiran bersifat sementara. Akses pulih setelah verifikasi perubahan sistem keamanan. Pemerintah Malaysia koordinasi erat dengan Malaysian Communications and Multimedia Commission untuk monitor perkembangan.
Dampak Regional dan Global
Langkah Malaysia perkuat posisi Asia Tenggara lawan risiko AI tak terkendali. Indonesia dan Malaysia jadi pelopor regulasi chatbot berbahaya. Negara lain pantau efektivitas pemblokiran ini.
Sementara itu, kontroversi Grok tambah sorotan etika AI Elon Musk. Publik harap xAI perbaiki sistem moderasi fundamental. Pemerintah kedua negara desak perusahaan patuhi standar keamanan global.
Kareba catat berita terkait di kareba.id tanggal 10 Januari 2026. Indonesia blokir Grok pertama dunia khawatirkan deepfake dewasa. Malaysia ikuti jejak lindungi warga dari konten berbahaya AI.
Pemerintah tekankan perlindungan anak dan perempuan jadi prioritas. Koordinasi regional tingkatkan efektivitas pengawasan platform AI. Kasus ini jadi pelajaran berharga regulasi teknologi masa depan.*/LIA