JAKARTA, KAREBA. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengancam akan menyegel distributor nakal yang menjadi dalang lonjakan harga pangan Ramadan 2026. Langkah tegas ini diambil setelah ditemukan indikasi permainan harga di tingkat distributor besar dan perantara di tengah kondisi pasokan nasional yang surplus.
Andi Amran Sulaiman selaku Kepala Badan Pangan Nasional menegaskan tidak ada ruang kompromi bagi siapa pun yang menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pihaknya berkoordinasi dengan jajaran Ditreskrimsus Polri untuk menindak distributor yang terbukti melakukan pelanggaran hukum secara pidana maupun perdata.
“Kita ingin seluruhnya di bawah HET. Itu enggak boleh ditawar. Ada yang mengatakan naik hanya sedikit, sedikit pun enggak boleh. Enggak boleh lagi kompromi,” kata Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional.
Temuan lapangan menunjukkan selisih harga daging sapi mencapai Rp23.000 per kg di tingkat distributor besar wilayah Bandung. Fenomena ini membuktikan bahwa kenaikan harga pangan Ramadan 2026 bukan dipicu oleh masalah produksi melainkan rantai distribusi yang tidak sehat akibat ulah middleman.
“Begitu kita cek apa yang terjadi, salah satunya di Bandung, itu kenaikan harga ada di distributor besar, middleman-nya. Jadi ini yang tidak benar,” ujar Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional.
Kementerian Pertanian telah menerbitkan rekomendasi impor 600.000 ekor sapi sejak Desember 2025 guna menjamin stok tetap aman. Namun praktik spekulasi di tingkat perantara menyebabkan komoditas seperti daging ayam ras mengalami kenaikan harga signifikan hingga 15,84 persen pada 20/02/2026.
“Saya sampaikan ke Dirkrinsus, kemudian Kasat Reskrim seluruh Indonesia, kalau ini ada melanggar apalagi sengaja, ditindak, diproses hukum. Pidananya diproses. Diproses pidana juga perdata,” tegas Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional.
Pemerintah menargetkan stabilitas harga pangan Ramadan 2026 tetap terjaga meski data BPS menunjukkan inflasi sebesar 0,68 persen secara bulanan. Amran memastikan pasokan daging dan minyak goreng mencukupi kebutuhan masyarakat hingga hari raya Idulfitri mendatang.
Pasokan tidak jadi alasan harga naik, karena “seluruh rekomendasi impor 600.000 ekor sapi dan 280.000 ton daging sejak Desember 2025 telah diterbitkan” dan produksi surplus bahkan diekspor, pungkas Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional.