BAGHDAD, KAREBA Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad mengeluarkan peringatan darurat yang mendesak seluruh warga AS di Irak untuk segera meninggalkan negara tersebut. Peringatan yang dirilis pada Kamis (02/04) ini menyebutkan adanya ancaman serangan besar di pusat kota Baghdad dalam kurun waktu 24 hingga 48 jam ke depan.
Ancaman serangan ini diduga kuat berasal dari kelompok milisi teroris yang berafiliasi dengan Iran. Pihak Kedutaan Besar AS di Baghdad memperingatkan bahwa eskalasi konflik yang terjadi kini memberikan risiko keamanan yang sangat tinggi bagi warga AS di Irak.
“Kelompok milisi teroris Irak yang bersekutu dengan Iran mungkin berniat melancarkan serangan di pusat kota Baghdad dalam 24-48 jam ke depan,” tulis pernyataan resmi Kedutaan Besar AS di Baghdad melalui akun media sosial mereka.
Ketegangan ini merupakan buntut dari pecahnya perang antara AS, Israel, dan Iran sejak akhir Februari 2026. Serangan terhadap fasilitas diplomatik tercatat terus meningkat, termasuk insiden roket yang berhasil menembus sistem pertahanan pangkalan militer AS di ibu kota pada 29/03 lalu.
Oleh karena itu, warga AS di Irak diinstruksikan untuk segera keluar melalui jalur darat menuju negara tetangga karena operasional penerbangan komersial sudah terhenti. Kedutaan juga melarang warga mendekati area kedutaan atau konsulat di Erbil karena potensi bahaya serangan drone.
“Warga negara AS diimbau untuk tidak bepergian ke Irak dengan alasan apa pun. Warga negara AS yang saat ini berada di Irak sangat dianjurkan untuk segera pergi secepat mungkin,” tambah pihak Kedutaan Besar AS di Baghdad.
Saat ini pesawat tempur Amerika dilaporkan terus berpatroli di wilayah udara Baghdad untuk mengantisipasi gerakan milisi. Pemerintah Amerika Serikat sendiri tercatat telah mengevakuasi lebih dari 9.000 warga negaranya dari kawasan Timur Tengah sejak awal Maret sebagai langkah antisipasi perang.