GRESIK, KAREBA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur mencatat sejarah baru dengan mengungkap penyelundupan 3 ton ganja di Gresik yang menjadi sitaan terbesar di Indonesia. Operasi yang dilakukan di kawasan pergudangan Desa Cerme Lor ini merupakan hasil pengintaian berbulan-bulan untuk membongkar jaringan narkotika internasional.
Temuan barang bukti 3 ton ganja di Gresik tersebut resmi mematahkan rekor penyitaan narkotika nasional dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, aparat mengamankan 1,03 ton sabu di Selat Sunda pada 2021 dan 1,6 ton sabu di Perairan Anambas pada 2024. Capaian ini menunjukkan eskalasi ancaman narkotika yang semakin masif masuk ke wilayah Indonesia.
Tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional melakukan penggerebekan di Pergudangan Prambanan Bizland setelah melakukan pemantauan intelijen secara tertutup. Lokasi strategis di Jawa Timur ini diduga menjadi pusat logistik utama sebelum barang diedarkan ke berbagai wilayah. Pengungkapan 3 ton ganja di Gresik mengonfirmasi pergeseran target sindikat dari sekadar transit menjadi pasar utama.
Pada Mei 2025, rekor sebelumnya dipegang oleh tim gabungan yang menyita 2 ton sabu di Perairan Tanjung Balai Karimun. Namun, keberhasilan BNNP Jatim mengamankan 3 ton ganja di Gresik kini menjadi capaian tertinggi dalam sejarah pemberantasan narkoba di Tanah Air. Para pelaku diketahui menggunakan manajemen logistik modern untuk mengelabui petugas selama proses distribusi.
“Pengungkapan ini merupakan bukti nyata perang melawan narkotika yang masih terus berlanjut di Indonesia,” kata petugas BNNP Jawa Timur dalam keterangannya.
Sitaan 3 ton ganja di Gresik ini sekaligus menjadi kado penting bagi institusi menjelang peringatan Hari Bhayangkara. Selain sebagai prestasi hukum, operasi ini diklaim berhasil menyelamatkan jutaan nyawa generasi muda dari bahaya ketergantungan narkotika yang merusak tatanan sosial masyarakat.