JAKARTA, KAREBA – Pemerintah Republik Indonesia tengah mengkaji kebijakan WFH hari Jumat sebagai upaya menekan konsumsi BBM nasional. Langkah ini diambil guna merespons lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemilihan hari tersebut karena dampak terhadap produktivitas dinilai paling kecil. Hal ini mempertimbangkan durasi kerja hari Jumat yang relatif lebih pendek bagi ASN maupun pekerja swasta pada umumnya.
“Jumat kan paling pendek jam kerjanya. Jadi loss ke produktivitas dianggap paling kecil. Sementara perjalanannya sama dari sini ke kantor,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan pada Rabu (25/03).
Purbaya menambahkan bahwa aktivitas olahraga pagi dan ibadah rutin pada hari tersebut seringkali memotong waktu kerja efektif di kantor. Dengan skema WFH hari Jumat, mobilitas kendaraan dapat dikurangi secara signifikan tanpa mengganggu operasional instansi secara masif.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membenarkan adanya pembahasan intensif terkait rencana ini dalam rapat koordinasi pada Selasa (24/03). Namun, realisasi kebijakan WFH hari Jumat tetap menunggu keputusan akhir dan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Setelah ada arahan bapak presiden, baru nanti diumumkan resmi. Sabar-sabar aja,” kata Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Rapat tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk memastikan koordinasi antarlembaga berjalan lancar. Selain pengaturan kerja, pemerintah juga berencana memangkas frekuensi perjalanan dinas pejabat negara sebagai bentuk efisiensi tambahan.