JAKARTA, KAREBA — Konglomerat Prajogo Pangestu menggelontorkan Rp25,77 miliar untuk membeli saham tiga emiten Grup Barito pada Jumat (23/1/2026), meskipun saham-saham tersebut rontok berjamaah dan kekayaannya menyusut puluhan triliun rupiah.

Prajogo membeli 2,5 juta saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) seharga Rp4,33 miliar, 5 juta saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp13 miliar, serta 900 ribu saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp8,48 miliar. Ia menyatakan tujuan transaksi sebagai investasi pribadi melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, saham Grup Barito kompak tertekan di tengah pelemahan IHSG.

Sementara itu, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok 14,85% hingga menyentuh Auto Reject Bawah (ARB) di Rp9.175, menyumbang tekanan utama pada portofolio Prajogo Pangestu. Saham CUAN turun 4,41% ke Rp1.735, BRPT merosot 5,82% ke Rp2.590, dan BREN melemah 2,11% ke Rp9.300. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun ditutup merah 0,46% di 8.951, dengan 521 saham melemah.

Akibat penurunan saham-saham afiliasi ini, kekayaan bersih Prajogo Pangestu terpangkas US$2,6 miliar atau Rp43,94 triliun menjadi US$31,8 miliar per Forbes Real Time Billionaires. Meskipun begitu, ia tetap menempati posisi orang terkaya di Indonesia dan peringkat 62 dunia. Kekayaan tersebut sempat melonjak US$1,4 miliar pada 20 Januari sebelum terkoreksi tajam.

Ahmad Faris Mu’tashim dari Korea Investment and Sekuritas Indonesia menilai tekanan pada PTRO terkait ketidakpastian metodologi indeks MSCI yang diumumkan 30 Januari 2026. “Pelaku pasar bersikap defensif,” katanya. Selain itu, net sell investor asing mencapai Rp259 miliar pada PTRO, mendorong volume transaksi Rp2,22 triliun.

Prajogo Pangestu terus akumulasi saham sepanjang Januari. Ia sudah rogoh Rp28,03 miliar untuk BREN dan CUAN pada 13-15 Januari, serta tambahan pada BRPT. Strategi ini ia jalankan di tengah volatilitas pasar, dengan IHSG parkir di zona merah akibat profit taking.

Kondisi pasar mencerminkan selektivitas investor terhadap valuasi tinggi Grup Barito. Meskipun demikian, analis seperti Henan Putihrai Sekuritas tetap proyeksikan potensi BRPT hingga Rp4.100 jangka menengah. Prajogo Pangestu memulai karier dari industri kayu sejak 1970-an dan kini dominasi energi terbarukan serta petrokimia melalui Barito Pacific.

Pergerakan ini menarik perhatian pelaku pasar soal sinyal bullish dari sang taipan di saat mayoritas saham Grup Barito rontok. Data Forbes memperbarui kekayaan setiap hari berdasarkan kepemilikan publik.*/LIA