RABAT, KAREBA — Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) membuka penyelidikan sanksi pada Senin (19/1/2026) setelah drama walk out Senegal menodai final Piala Afrika 2025 melawan tuan rumah Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah. Senegal menang 1-0 lewat gol Pape Gueye di extra time, namun insiden penundaan 17 menit akibat protes penalti memicu kecaman FIFA dan CAF.

Final berlangsung Minggu malam waktu setempat. Wasit Jean-Jacques Ndala beri penalti Maroko di menit ke-98 usai VAR review, setelah pelanggaran El Hadji Malick Diouf atas Brahim Diaz. Keputusan ini muncul usai wasit anulir gol Senegal sebelumnya. Pelatih Pape Thiaw lalu pimpin pemain Senegal tinggalkan lapangan sebagai protes.

Kapten Sadio Mane tetap di lapangan. Ia yakinkan rekan setimnya kembali bermain.

“Saya pikir itu hal terburuk terutama di sepakbola Afrika. Lebih baik kalah daripada hal semacam ini terjadi pada sepakbola kami,” kata Sadio Mane, kapten Senegal, usai laga.

Saat permainan lanjut, Brahim Diaz eksekusi penalti ala Panenka. Kiper Edouard Mendy tangkap bola itu dengan mudah. Empat menit kemudian, Pape Gueye selesaikan kemenangan Senegal lewat tembakan keras di extra time. Kemenangan ini raih gelar kedua bagi Singa Teranga.

CAF keluarkan pernyataan resmi Senin. Mereka kutuk “perilaku tidak dapat diterima dari beberapa pemain dan ofisial” serta janjikan tinjauan rekaman untuk diserahkan ke badan disiplin.

“Tindakan tepat akan diambil terhadap yang terbukti bersalah,” tegas CAF dalam keterangannya.

Presiden FIFA Gianni Infantino ikut kecam insiden itu. Ia hadir langsung di stadion.

“Meninggalkan lapangan dengan cara ini tidak dapat diterima, dan kekerasan tidak boleh ditoleransi dalam olahraga kami,” tulis Infantino di Instagram-nya. Ia harap otoritas disiplin CAF ambil langkah tegas.

Kedua tim hadapi pengawasan ketat. Pemain Maroko seperti Achraf Hakimi dan Ismael Saibari coba rebut handuk Mendy, dibantu ball boys—taktik serupa terjadi di semifinal lawan Nigeria. Kiper cadangan Senegal Yehvann Diouf kawal handuknya secara fisik. CAF tinjau insiden ini juga.

Pape Thiaw minta maaf usai pertandingan. “Setelah renungkan, saya benar-benar tidak suka karena suruh pemain tinggalkan lapangan. Saya minta maaf pada sepakbola,” katanya kepada beIN Sports pada Senin.

Pelatih Maroko Walid Regragui kritik keras. “Citra yang kami beri pada Afrika memalukan. Apa yang dilakukan Pape tidak hormati Afrika,” ujar Walid Regragui, pelatih Maroko, pada hari yang sama.

Drama walk out Senegal final Piala Afrika picu sorotan global. FIFA dan CAF dorong sanksi untuk pulihkan integritas kompetisi. Senegal tetap angkat trofi meski bayang-bayang kontroversi lingkari kemenangan mereka. Pertandingan ini catat sejarah kelam bagi turnamen Afrika.*/LIA