JAKARTA, KAREBA — Prajogo Pangestu meraih status orang terkaya Indonesia dengan kekayaan US$36 miliar setelah melonjak US$1,4 miliar dalam sehari. Data Forbes Real Time Billionaires mencatat pencapaian ini pada Selasa (20/1/2026), geser duo Hartono bersaudara dari puncak daftar.
Lonjakan kekayaan Prajogo Pangestu setara Rp23,74 triliun dengan kurs Rp16.961 per dolar AS. Robert Budi Hartono turun ke US$21,4 miliar, sementara Michael Budi Hartono di US$20,6 miliar. Selain itu, Forbes tempatkan Prajogo Pangestu di peringkat 60 dunia berkat performa saham emitennya.
Prajogo Pangestu borong 1 juta lembar saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pada 15 Januari 2026 melalui tujuh transaksi. Harga saham BREN bergerak Rp9.525 hingga Rp9.675 per lembar, hasilkan nilai Rp9,6 miliar. Kemudian, kepemilikannya naik dari 139,789 juta menjadi 140,789 juta saham atau 0,105 persen modal disetor.
Sementara itu, ia tambah 3,502 juta saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) senilai Rp6,55 miliar untuk investasi pribadi. Laporan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai POJK Nomor 4 Tahun 2024 konfirmasi transaksi ini. Meskipun begitu, kenaikan harga saham BREN jadi pendorong utama kekayaan orang terkaya Indonesia ini.
Pada 19 Januari 2026, kekayaan Prajogo Pangestu sempat tembus US$35,6 miliar setelah tambahan US$943,5 juta atau Rp15,9 triliun. Namun, Forbes pantau perubahan real-time setiap lima menit saat pasar aktif. Kekayaan utamanya berasal dari Grup Barito di sektor energi terbarukan dan tambang.
Awal 2026, Prajogo Pangestu kuasai puncak daftar orang terkaya RI versi Forbes. Ia pernah capai US$45 miliar Januari lalu dan Rp652,49 triliun akhir 2025. Selain itu, kariernya dimulai 1970-an lewat Barito Pacific Timber yang listing 1993.
Transaksi saham ini perkuat posisi orang terkaya Indonesia di tengah gejolak pasar. Investor asing pernah borong saham BREN sebelumnya. OJK selidiki dugaan transaksi semu 2024, tapi tidak kaitkan dengan aksi terbaru Prajogo Pangestu.
Dengan dominasi energi dan tambang, Prajogo Pangestu pertahankan gelar orang terkaya Indonesia. Data terkini tunjukkan tren positif portofolio publiknya.*/LIA