JAKARTA, KAREBA — Pemerintah Indonesia menyiapkan 5.750 kuota beasiswa LPDP 2026 bagi calon mahasiswa unggul guna perkuat kualitas sumber daya manusia nasional. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto sampaikan pengumuman ini saat dialog Presiden Prabowo Subianto dengan rektor dan guru besar di Istana Negara, 15 Januari 2026. Kuota ini naik signifikan dari 4.000 kursi tahun 2025.
Brian Yuliarto tekankan penambahan kuota selaras dengan Asta Cita pembangunan nasional. “Kita fokuskan lebih dari 80 persen pada bidang STEM untuk kejar ketertinggalan iptek,” kata Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pada Rabu itu. Selain itu, pemerintah alokasikan kursi secara rinci demi capai target talenta global.
Pemerintah bagi kuota beasiswa LPDP 2026 menjadi tiga kategori utama. Beasiswa Garuda jenjang S1 dapat 1.000 kursi untuk sarjana unggul. Sementara itu, jenjang S2 dan S3 kuasai 4.000 kursi dengan prioritas industri pangan, energi, pertahanan, dan teknologi nano. Kemudian, 750 kursi khusus doktor spesialis termasuk fellowship dokter guna penuhi kebutuhan tenaga ahli strategis.
Pendaftaran beasiswa LPDP 2026 sudah mulai untuk program targeted. Calon peserta daftar secara online via beasiswalpdp.kemenkeu.go.id . Batch 1 reguler buka 17 Januari hingga 17 Februari 2026, diikuti seleksi administrasi hingga pengumuman substansi 19 Juni 2026. Namun, Batch 2 proyeksi Juni-Juli 2026, sedangkan Batch 3 September-Oktober 2026.
Calon penerima siapkan dokumen lengkap demi lolos tahap awal. Mereka buat akun dengan NIK, email aktif, dan verifikasi tautan. Kemudian, lengkapi profil data diri, riwayat pendidikan, IPK skala 4.00, serta organisasi relevan terhubung Dukcapil.
Selain itu, unggah esai rencana studi, LoA universitas, KTP, ijazah, transkrip, dan rekomendasi dalam format PDF atau JPEG.
Program doktor spesialis punya jadwal khusus tiga gelombang. Gelombang 1 tutup 12 Januari 2026, Gelombang 2 12 Maret 2026, dan Gelombang 3 12 Mei 2026.
Meskipun begitu, calon dokter unggah STR, SIP, serta surat dari rumah sakit. Pemerintah tekankan riset komersial dan implementatif agar awardee kontribusi nyata pasca studi.
Penambahan kuota ini respons atas lonjakan pendaftar tahun lalu. Pada 2025, 78.000 orang daftar tapi hanya 4.000 lolos akibat awardee ongoing 2023-2024.
Kini, pemerintah targetkan peningkatan akses pendidikan tinggi demi saingi negara maju. Calon peserta pantau situs resmi LPDP untuk update jadwal dan persyaratan terbaru.*/LIA